WhatsApp Image 2026-07-23 at 09.40.26 (1)
Hari Anak Nasional 2026: Anak Amanah Allah, Literasi adalah Jalan Menumbuhkan Generasi Rabbani

Banda Aceh, 23 Juli 2026 – Tawa riang dan wajah penuh semangat menghiasi lingkungan MIN 5 Kota Banda Aceh. Keceriaan peserta didik baru yang mengikuti rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) menjadi potret indah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026. Dengan mengenakan mahkota warna-warni hasil karya mereka sendiri, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan sambil berinteraksi dengan guru dan teman-teman baru dalam suasana penuh kasih sayang dan kegembiraan.

Kegiatan MATAMUDA yang mengusung tema “Dunia Baruku, Temanku” bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik. Sejak hari pertama, mereka disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., Kepala MIN 5 Kota Banda Aceh Zuriati, S.Ag., M.Pd., Pengawas Pembina Dra. Irawati, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kehangatan tersebut memberikan kesan bahwa madrasah adalah rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak.

Peringatan Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa anak adalah amanah Allah Swt. yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Rasulullah saw. mengajarkan agar setiap anak diperlakukan dengan kasih sayang, dihormati, dan diberikan pendidikan terbaik. Anak lahir dalam keadaan fitrah, ibarat kertas putih yang masih bersih. Orang tua, guru, dan lingkunganlah yang akan menorehkan warna pada lembaran tersebut.

Apabila sejak kecil anak dibimbing dengan akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan keteladanan, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang membangun peradaban. Sebaliknya, apabila mereka kehilangan perhatian, salah mendapatkan pendidikan, atau tumbuh tanpa nilai-nilai agama dan karakter, maka dampaknya bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, membangun negeri harus dimulai dengan membangun karakter anak-anak hari ini.

MIN 5 Kota Banda Aceh meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Karena itu, madrasah terus menanamkan lima nilai cinta kepada seluruh peserta didik.

Yang pertama adalah cinta kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. Nilai ini diwujudkan melalui pembiasaan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdoa sebelum dan sesudah belajar, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami bahwa keberhasilan belajar harus dimulai dengan keimanan dan ketakwaan.

Nilai kedua adalah cinta kepada diri sendiri. Anak-anak dibimbing agar mampu menjaga kesehatan, menghargai diri, memiliki rasa percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan. Mereka juga diajarkan untuk saling menghormati serta menjauhi perilaku perundungan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Nilai ketiga adalah cinta kepada ilmu. Madrasah menanamkan semangat belajar sepanjang hayat dengan membiasakan peserta didik membaca, bertanya, berdiskusi, dan terus mencari pengetahuan baru. Guru hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai inspirator yang membimbing anak mencintai proses belajar.

Nilai keempat adalah cinta kepada lingkungan. Melalui berbagai kegiatan Adiwiyata dan pembiasaan menjaga kebersihan, peserta didik diajak mencintai alam sebagai ciptaan Allah. Mereka belajar membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat air, serta menjaga kebersihan kelas dan lingkungan madrasah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Sedangkan nilai kelima adalah cinta kepada bangsa dan negara. Anak-anak dibimbing untuk menghargai keberagaman, mencintai budaya Indonesia, menjaga persatuan, dan memiliki semangat menjadi generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui prestasi dan akhlak mulia.

Kelima nilai tersebut diperkuat melalui Gerakan Literasi Madrasah (GLM) yang menjadi salah satu program unggulan MIN 5 Kota Banda Aceh. Bagi madrasah, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan proses membangun karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Melalui pembiasaan Gerakan Literasi setiap hari Rabu, membaca 15 menit sebelum pembelajaran, pemanfaatan pojok baca di setiap kelas, kunjungan ke perpustakaan, kegiatan story telling, membaca Al-Qur’an, hingga pelatihan menulis cerita sederhana, peserta didik diajak menjadikan buku sebagai sahabat terbaik dalam kehidupan mereka. Dari buku, anak belajar mengenal kebesaran Allah, kisah para nabi, tokoh-tokoh inspiratif, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai kebangsaan yang akan membentuk cara berpikir dan karakter mereka.

Pelaksanaan MATAMUDA juga menjadi pintu awal mengenalkan budaya literasi kepada peserta didik baru. Dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, anak-anak diajak mengenal perpustakaan sebagai pusat belajar, memahami pentingnya membaca, serta menjadikan buku sebagai teman yang akan menemani perjalanan mereka selama belajar di madrasah. Dengan demikian, tema “Dunia Baruku, Temanku” tidak hanya mengajak anak menemukan teman baru, tetapi juga menemukan buku sebagai sahabat sepanjang hayat.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan dan mendidik anak-anak hari ini. Ketika mereka tumbuh dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada bangsa, maka mereka akan menjadi generasi Rabbani yang berakhlak mulia, cerdas, peduli, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Keluarga besar MIN 5 Kota Banda Aceh mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat untuk terus bergandengan tangan menjaga amanah Allah ini. Mari hadirkan rumah dan sekolah yang penuh kasih sayang, bebas dari kekerasan, kaya dengan budaya membaca, dan dipenuhi keteladanan. Karena setiap anak adalah harapan bangsa, dan setiap lembar kehidupan mereka akan menjadi cermin masa depan Indonesia.

Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2026.

“Anak adalah amanah Allah. Didiklah mereka dengan kasih sayang, kuatkan mereka dengan iman, cerahkan mereka dengan ilmu, dan dampingi mereka dengan literasi. Sebab dari tangan merekalah masa depan agama, bangsa, dan negeri ini akan ditentukan.”

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait