WhatsApp Image 2026-07-23 at 10.49.20 (1)
Semangat Literasi Menggema di MIN 5 Kota Banda Aceh, Ratusan Siswa Antusias Membaca dan Berbagi Kisah Inspiratif

Banda Aceh – Suasana berbeda tampak di halaman MIN 5 Kota Banda Aceh pada Rabu, 22 Juli 2026. Ratusan peserta didik dari berbagai jenjang duduk rapi sambil memegang buku bacaan favorit mereka. Di bawah sejuknya pepohonan dan hangatnya sinar mentari pagi, halaman madrasah berubah menjadi ruang baca terbuka yang dipenuhi semangat literasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Madrasah (GLM) yang secara rutin dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca di lingkungan madrasah.

Sejak pagi, seluruh peserta didik terlihat begitu antusias memilih buku yang ingin mereka baca. Berbagai jenis buku tampak menghiasi tangan mereka, mulai dari kisah para nabi, cerita islami, buku pengetahuan umum, ensiklopedia anak, cerita rakyat, hingga buku-buku sains dan keterampilan. Wajah-wajah ceria mereka menjadi bukti bahwa membaca bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

Kepala MIN 5 Kota Banda Aceh, Zuriati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa budaya literasi merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki karakter Islami.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Ketika anak-anak merasa nyaman membaca, mereka akan memperoleh ilmu, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang belajar memahami kehidupan,” ungkap beliau.

Usai membaca selama kurang lebih 15  menit, kegiatan dilanjutkan dengan menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca di depan teman-teman. Dengan penuh percaya diri, beberapa peserta didik maju ke depan untuk berbagi cerita. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbicara, menyampaikan pendapat, serta membangun rasa percaya diri.

Beberapa judul buku yang berhasil diceritakan antara lain Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Kisah Nabi Saleh a.s. Peserta didik menyampaikan kembali nilai-nilai keteladanan yang mereka peroleh dari kisah tersebut. Dari Kisah Nabi Ibrahim a.s., mereka belajar tentang keimanan yang kokoh, ketaatan kepada Allah Swt., keikhlasan dalam berkorban, serta keberanian mempertahankan kebenaran meskipun menghadapi berbagai ujian.

Sementara itu, melalui Kisah Nabi Saleh a.s., peserta didik memahami pentingnya menaati perintah Allah, menghargai nikmat yang diberikan-Nya, serta mengambil pelajaran bahwa setiap manusia harus menjauhi kesombongan dan selalu menjaga amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.

Kegiatan literasi semakin menarik ketika seluruh peserta didik memberikan tepuk tangan dan apresiasi kepada teman-temannya yang berani tampil. Suasana penuh semangat dan kebersamaan membuat halaman madrasah menjadi ruang belajar yang hidup, di mana setiap anak bebas menyampaikan ide, pengalaman membaca, dan hikmah yang diperoleh dari buku.

Pada kesempatan yang sama, salah satu siswi terbaik MIN 5 Kota Banda Aceh, Dameeya Arisya Al Khalid, turut memperkenalkan diri sebagai peserta Ajang Agam Inong Aceh Tahun 2026. Di hadapan seluruh warga madrasah, Dameeya menyampaikan harapannya agar seluruh guru, teman-teman, dan keluarga besar MIN 5 Kota Banda Aceh memberikan doa serta dukungan sehingga ia dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama madrasah dalam ajang bergengsi tersebut.

“Mohon doa dan dukungan dari Bapak/Ibu Guru serta teman-teman semua agar saya dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik MIN 5 Kota Banda Aceh di Ajang Agam Inong Aceh 2026,” ujar Dameeya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta didik.

Momentum tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh siswa bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berprestasi sesuai bakat dan potensinya. Madrasah tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang dalam bidang seni, budaya, kepemimpinan, dan duta wisata.

Gerakan Literasi Madrasah di MIN 5 Kota Banda Aceh terus dikembangkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Literasi dimaknai bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui membaca kisah para nabi dan buku-buku inspiratif, peserta didik diajak meneladani akhlak mulia, mencintai ilmu pengetahuan, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat.

Kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini merupakan wujud nyata komitmen MIN 5 Kota Banda Aceh dalam mewujudkan generasi Rabbani yang berwawasan global, berkarakter, peduli, dan berbudaya lingkungan. Dengan menjadikan buku sebagai sahabat, madrasah berharap setiap peserta didik tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, cerdas berpikir, santun bertutur, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.

“Membaca hari ini, memimpin esok hari. Buku adalah jendela ilmu, dan literasi adalah cahaya yang menerangi masa depan.”

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait