Banda Aceh — Semangat kemerdekaan terasa meriah di halaman MIN 5 Kota Banda Aceh melalui rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu, 13–15 Agustus 2026, tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik dan warga madrasah untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, serta mengenal dan mencintai budaya lokal Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 13 Agustus 2026, dengan acara pembukaan yang berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala MIN 5 Kota Banda Aceh, Zuriati, S.Ag., M.Pd. Dalam suasana penuh semangat kemerdekaan, seluruh warga madrasah mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh kebersamaan.
Berbagai kegiatan dan perlombaan menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-81. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, kerja sama, sportivitas, dan kemampuan berkomunikasi. Setiap kegiatan tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Perayaan Kemerdekaan sebagai Ruang Literasi Madrasah
Kegiatan perayaan HUT RI di MIN 5 Kota Banda Aceh memiliki keterkaitan erat dengan Gerakan Literasi Madrasah (GLM). Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan peserta didik dalam memahami lingkungan, mengenal budaya, berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kreatif, serta menghasilkan karya.
Melalui berbagai perlombaan, peserta didik belajar mengembangkan literasi baca-tulis, literasi budaya dan kewargaan, literasi sosial, serta literasi kreativitas. Mereka tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan kemerdekaan, tetapi terlibat secara aktif sebagai pelaku kegiatan.
Kegiatan tersebut menjadi pembelajaran kontekstual yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, halaman madrasah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya perlombaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup dan menyenangkan.
Menghidupkan Literasi Budaya melalui Kuliner Aceh
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-81 adalah lomba memasak kuliner khas Aceh, yaitu Gulai Pliek U dan Asam Keumamah.
Kedua masakan tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya madrasah untuk memuliakan, mengenalkan, dan melestarikan kearifan lokal Aceh kepada generasi muda. Melalui kegiatan memasak, warga madrasah tidak hanya belajar tentang cita rasa dan cara pengolahan makanan, tetapi juga mengenal warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.
Gulai Pliek U merupakan salah satu kuliner khas Aceh yang kaya akan bahan dan cita rasa. Sementara Asam Keumamah merupakan kuliner tradisional Aceh yang menggunakan keumamah atau ikan kayu sebagai salah satu bahan utamanya. Kedua hidangan tersebut menjadi media pembelajaran budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata literasi budaya, karena peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai makanan tradisional melalui bacaan, tetapi juga mengenal bahan, proses pengolahan, nilai kebersamaan, dan tradisi yang menyertainya.
Melalui kegiatan tersebut, madrasah ingin menanamkan kesadaran bahwa kekayaan budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Lomba Kuliner Penuh Kreativitas dan Kebersamaan
Lomba memasak Gulai Pliek U dan Asam Keumamah berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kemampuan mengolah bahan, bekerja sama dalam tim, mengatur waktu, sekaligus menyajikan masakan dengan kreatif.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara warga madrasah. Suasana gotong royong dan kebersamaan terlihat dalam setiap proses persiapan hingga penyajian masakan.
Penilaian lomba dilakukan oleh tim dewan juri yang terdiri atas perwakilan Ibu Kanwil, Komite Madrasah, dan Pengawas Madrasah. Kehadiran dewan juri memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Aceh.
Lebih dari sekadar perlombaan memasak, kegiatan ini mengajarkan bahwa melestarikan budaya dapat dilakukan melalui cara-cara kreatif dan menyenangkan. Peserta didik dan warga madrasah diajak untuk mengenal kembali kekayaan kuliner Aceh sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Puncak Kegiatan: Pembagian Hadiah
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan selesai, puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MIN 5 Kota Banda Aceh dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di halaman madrasah.
Kegiatan diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, kerja keras, dan sportivitas peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala MIN 5 Kota Banda Aceh, Zuriati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus tumbuh dalam berbagai program madrasah.
Dari Kemerdekaan Menuju Madrasah yang Literat dan Berbudaya
Perayaan HUT ke-81 RI di MIN 5 Kota Banda Aceh pada akhirnya bukan hanya tentang perlombaan dan pemberian hadiah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang mempertemukan nilai nasionalisme, kreativitas, kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya.
Kegiatan lomba memasak Gulai Pliek U dan Asam Keumamah menjadi salah satu contoh bahwa literasi budaya dapat dihadirkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Mereka belajar mengenal makanan tradisional, memahami pentingnya menjaga warisan budaya, bekerja sama, serta menghargai kekayaan budaya Aceh.
Semangat ini sejalan dengan Gerakan Literasi Madrasah MIN 5 Kota Banda Aceh yang terus mendorong peserta didik untuk membaca, menulis, berbicara, berkarya, mengenal budaya, dan mampu mengomunikasikan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, perayaan kemerdekaan menjadi momentum untuk menanamkan pesan bahwa generasi yang literat bukan hanya generasi yang gemar membaca, tetapi juga generasi yang mampu memahami identitas bangsanya, menghargai budaya, menjaga kearifan lokal, dan berani berkarya untuk Indonesia.
Melalui semangat “Merdeka Berkarya, Literat dalam Berpikir, dan Berbudaya dalam Bertindak”, MIN 5 Kota Banda Aceh terus berkomitmen menjadikan setiap kegiatan madrasah sebagai bagian dari proses pendidikan yang bermakna.
Dari halaman madrasah, tumbuh semangat kemerdekaan. Dari budaya, tumbuh identitas. Dan dari literasi, lahir generasi yang mampu menjaga warisan Aceh sekaligus melangkah menuju masa depan.
